cerita inspirasi II

Nama   : Maizurra Septi

Nrp       : E14100121

Laskar : 12

Saat itu hari jumat. Pelajaran terakhir adalah matematika dan kami sedang mengerjakan ulangan. Ketika bel berbunyi tanda waktu pulang berarti pula waktu ulangan telah habis. Kami berhamburan ke meja guru untuk mengumpulkan kertas ulangan tersebut. Setelah itu kelas pun menjadi kosong. Teman saya “Z” bersama teman sebangkunya “J” kembali lagi kedalam kelas karena Hp “Z” hilang. Saya mengetahui hal tersebut ketika kembali dari kantin dan ingin pulang melewati kelas kami lagi.

Namun saya tidak terlalu menghiraukan hal tersebut. Karena saya buru-buru dan langsung pulang. Ternyata hingga esok hari pun Hp itu belum juga ditemukan. Jika ditelepon pun tidak aktif. Yah, Hp itu telah hilang. Hingga akhirnya hal tersebut diketahui oleh wali kelas kami dan beliau pun ikut mencari solusinya.

Disekolah biasanya kami sering mencuri-curi jam belajar untuk mengobrol. Mengobrol dengan teman yang duduk di depan atau belakan kami. Saat itu teman saya “Z”  dan “J” mengobrol dengan teman yang duduk di depannya, mereka ngobrol berempat. “Menurut kalian siapa ya yang ngambil Hp gw?” Z bertanya dan mereka masing-masing menjawab. Namun salah satu dari mereka memalingkan mukanya, tidak mau menjawab dan kembali menghadap kedepan. Agak mencurigakan memang. Jangan….jangan….Ah tapi mereka bertiga pun tidak mau suuzan.

Singkat cerita ternyata benar, dialah yang mengambil Hp “Z”. Entah bagaimana akhirnya dia mengaku. Karena saat itu di sekolah akan mengadakan Study Tour ke Yogyakarta dan dia memang berasal dari keluarga yang kurang mampu, akhirnya ia mengambil jalan pintas yang salah untuk menyelesaikan masalahnya.

Namun, alangkah baiknya temanku “Z” ia memaafkannya. Walaupun Hp itu telah terjual dan tidak mungkin kembali yang seperti itu lagi. Memang “Z” agak sedikit kecewa karena tidak menyangka dia akan berbuat itu terhadapnya tetapi “Z” tetap memafkannya dan tidak menyuruhnya mengganti.

cerita inspirasi I

Nama  : Maizurra Septi

Nrp   : E14100121

Laskar : 12

Hidup memang perjuangan

Kelas 3 SMA adalah masa-masa perjuangan. Disini saya harus menyelesaikan dua tanggung jawab sekaligus yaitu lulus UN dan lulus PTN. Duduk dibangku kelas  3 SMA sangat berbeda sekali dengan di kelas 1 dan 2 SMA. Disini saya berubah jadi lebih disiplin. Kegiatan saya selama kelas 3 adalah belajar di sekolah dari jam 06.30 sampai 15.20 wib, lalu dilanjutkan bimbel untuk persiapan ujian masuk PTN dari jam 16.30 sampai 20.00 wib. Terkadang sampai jam 21.30 jika ada tambahan di bimbel. Intinya persiapan UN saya dapatkan di sekolah dan persiapan PTN saya dapatkan di tempat les.

Ujian Nasional telah selesai dan tinggal menunggu pengumuman dan alhamdulillah saya LULUS. Sejak saat ini saya banyak menghabiskan waktu di tempat les. Ujian SIMAK UI, 11 April 2010 pun tiba, setelah ujian berlangsung bukan hanya saya tetapi semua orang yang mengikuti ujian berkata “soalnya susah, pasti gag keterima deh”. Saya pun tetap berdoa agar bisa keterima walaupun ragu dan tidak yakin. Sambil menunggu pengumuman SIMAK UI saya pun belajar lagi untuk menghadapi ujian berikutnya yaitu seleksi masuk universitas padjajaran (SMUP) tanggal 24 april 2010.

Memasuki bulan Mei, saya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa kepadaNya agar bisa diterima supaya lega, tenang dan bisa santai-santai. Tetapi sayang, Unpad maupun UI menolak saya. Sedih memang karena teman-teman sekolah maupun les banyak yang keterima tetapi saya tidak. Ketika tidak keterima SMUP saya tidak sedih sama sekali karena memang Unpad bukan tujuan saya. Tujuan saya adalah T.lingkungan UI, FTSL ITB, dan T.pangan IPB J. Anehnya saya tidak mengikuti ujian mandiri IPB dengan alasan daya tampung T.pangan melaui jalur UTM cuma 3 orang (hahaha). Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba IPB melalui jalur SNMPTN karena saya pikir IPB lebih banyak menerima maba pada jalur SNMPTN.

Saya pun bangkit kembali karena kegagalan di SIMAK UI kemarin. Belajar lagi di tempat les untuk menghadapi ujian mandiri bersama (UMB) tanggal 22 mei dan USM ITB tanggal 29-30 mei. Saat persiapan untuk ujian ini konsentrasi saya terpecah menjadi dua. Karena soal-soal ITB lebih banyak menggunakan logika dari pada rumus-rumus pada umumnya. Walaupun begitu saya merasa lebih mantap dan siap untuk menghadapi UMB maupun USM ITB. Saya juga memiliki keyakinan kalau ujian kali ini pasti ada yang keterima. Hingga hal tersebut membuat saya lalai. Setelah ujian saya tidak datang ke tempat les lagi, saya mulai malas belajar lagi. Padahalkan pengumumannya belum jadi harusnya masih terus belajar lagi untuk ujian selanjutnya.

Hingga akhirnya hari pengumuman pun tiba, 8 juni adalah pengumuman UMB dan 9 juni pengumuman USM ITB. Hasilnya adalah saya GAGAL lagi. Ini adalah puncaknya kesedihan dalam perjuangan saya. Sudah begitu banyak tenaga, pikiran, dan uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan PTN. Begitu banyak pula air mata yang mengalir karena kegagalan itu. Tentu orang tua saya juga sangat kecewa dengan saya.

Saya pun melangkahkan kaki lagi ke tempat les. Dengan sedikit ragu dan malu. Saya beranikan diri untuk pergi kesana. Waktu yang tersisa hanya tiga hari sebelum ujian SNMPTN. Oh ya, jurusan yang saya pilih di SNMPTN adalah T.Lingkungan UI dan Manajemen Hutan IPB. Saya tidak berani memilih T.Pangan IPB karena passing gradenya terlalu tinggi disamping itu saya tidak mau melepaskan T.Lingkungan UI, akhirnya saya memilih manajemen hutan.

Perjuangan saya tidak berhenti sampai disini. Dikarenakan pengumuman SNMPTN yang sangat lama saya pun masih harus ujian dan ujian lagi karena belum tentu ujian SNMPTN saya keterima. Ujiannya yaitu ujian mandiri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UBER UI-PNJ. Saya tidak terlalu berharap SNMPTN bisa keterima, hope less. Hingga akhirnya saya hanya meminta, “ ya Allah terserah Engkau menempatkan saya dimana, saya ikhlas, berikan saya yang terbaik.”

Tidak disangka-sangka SNMPTN saya keterima J Alhamdulillah, senang sekali rasanya, akhirnya saya kuliah juga (hahaha). Orang tua saya sangat senang sekali tentunya. Kedua ujian yang berikutnya pun saya keterima tetapi saya memilih IPB.

“Kesuksesan itu bukan dilihat dari seberapa banyak kamu berhasil tetapi dari seberapa banyak kamu mampu bangkit dari kegagalan” J

Search
Archives